BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sepak Bola merupakan Olahraga yang
banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat di dunia, karena sepak bola
dalam perkembangannya sudah kian melengkapi diri sebagai suatu cabang olahraga,
ilmu, bahkan juga seni. Dan peratuan demi peraturan semakin lengkap dengan
seiring berkembangnya zaman, dan diharapkan peraturan yang ada di dalamnya
dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh insan sepak bola. Perkembangan sepak
bola juga didukung oleh Sarana dan Prasarana itu sendiri yang sesuai dengan
aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
Undang undang Nomor 3 Tahun 2005 sistem Keolahragaan
Nasional pasal 81 mengamanatkan adanya Standar Nasional keolahragaan yang
meliputi 6 (enam) standar yaitu, (a) standar kompetensi tenaga keolahragaan,
(b) standar isi program penantaan/pelatihan tenaga keolahragaan, (c) standar
prasarana dan sarana olahraga, (d) standar pengelolaan organisasi keolahragaan,
(e) standra penyelenggaraan keolahragaan, dan, (f) standar pelayanan minimal
keolahragaan.
Standar nasional Keolahragaan tersebut ditetapkan
oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagaimana di atur
dalam pasal 86 peraturan pemerintah nomor 16 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan
Keolahragaan. Salah satu standar keolahragaan yang perlu diwujudkan dalam
rangka menjamim mutu penyelenggaraan system keolahragaan nasional adalah
standar prasarana olahraga.
Dalam rangka peningkatan prestasi cabang olahraga
atletik dan sepakbola, diperlukan prasarana yang memenuhi persyaratan standar.
Pada tahun 1991 telah di terbitkan Keputusan BersamaMenteri Pekerjaan Umum
Nomor: 483/KTSP/1991 dan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor: 066/Menpora/1991
tanggal 10 September 1991 tentang tata cara perencanaan teknik bangunan
prasarana olahraga. Namun dengan lahirnya
undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang system keolahragaan Nasional dan
Perturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tenang Penyelenggaraan Keolahragaan
maka perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap isi atau beberapa
ketentuan dalam Standar Perencanaan Bangunan Prasarana Olahraga tersebut.
B. Rumusan masalah
Apa saja
yang termasuk sarana dan prasarana olahraga sepak bola?
C.Tujuan dan Manfaat
Untuk
mengetahui yang termasuk dalam sarana dan prasarana olahraga sepak
bola
bola
D.Manfaat
a.
Bagi
pembaca agar pembaca mengetahui segala macam sarana dan prasarana olahraga
permainan sesuai yang dijelaskan dalam makalah ini
b.
Bagi
penulis agar makalah ini menjadi bahas pengoreksian diri
sehingga nantinya pada saat menulis makalah yang lain dapat lebih bagus lagi.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Sarana
1. Bola

Spesifikasi Bola adalah :
·
Berbentuk
bundar atau bulat.
·
Terbuat
dari kulit atau bahan lain yang sesuai.
·
Lingkaran
tidak lebih dari 70 cn (28 inci) dan tidak kurang dari 68 cm (27 inci).
·
Berat
tidak lebih dari 450 gr dan tidak kurang dari 410 gr pada saat dimulainya
pertandingan.
·
Tekanan
udara dengan 0.6 sampai 1,1 atm (600-1100 gr/cm2) pada permukaan laut (8,5 lbs
/ sq inci sampai 15,6 lbs / sq inci)
2. Kostum
- Baju kaos atau kemeja olahraga.
- Celana pendek (jika memakai celana dalam penghangat, warnanya harus sama dengan warna celana pendek utama).
- Kaos kaki.
- Sepatu
- Pelindung tulang kering (seluruhnya terturup oleh kaos kaki, terbuat dari bahan yang sesuai, missal ; karet, plastik / bahan sejenisnya).
- Sarung tangan untuk penjaga gawang
B. Prasarana
1. Lapangan sepak bola

b. Ukuran lapangan sepak bola
1. Lapangan tengah dari stadion harus
berupa sebuah lapangan rumput yang dapat dipergunakan sebagai lapangan sepak
bola, namun pada saat yang berbeda dapat digunakan pula untuk nomor lempar
cabang olahraga atletik khususnya sebagai landig
area.
2.
Untuk
panjang dan lebar lapangan sepakbola pada sebuah stadion yang di pergunakan
juga untuk atletik harus di buat sesuai dengan IAAF track and Field Facilities Manual dengan lintasan atletik
berbentuk oval radius 36,5 m dan panjang lintasan lurus 84,39 m, sehingga
menghasilkan lapangan tengah yang dapat di pergunakan sebagai lapangan sepak
bola dengan ukuan 105m x 68m yang selanjutnya disebut sebagai lapangan standar
FIFA.
c.
Lapangan
untuk sebak bola harus memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagai berikut:
ü Bentuk permainan lapangan harus
persegi panjang dan ukuran panjang 105m, lebar l8m, sesuai dengan ukuran resmi
standar FIFA untuk pertandingan world
cup, conferedation cup dan pertandingan Internasional lainnya.
ü Jarak bebas dari garis lapangan ke
dinding atau pagar/parit pembatas masing-masing minimal 5m. untuk ukuran dengan
standar lapangan 68m x 105m, maka ukuran minimal lapangan di tambah jarak bebas
menjadi 78m x 115m.
ü Kemiringan permukaan lapangan
maksimal 1% berbentuk perisai keempat arah.
ü Mempunyai system yang menjamin air
hujan tidak tergenang.
ü Menggunakan ruput alami berwarna
hijau yang halus dan lembut, atau menggunakan rumput sintetik yang
direkomendasikan FIFA.
ü Mempunyai system penyiraman rumput
sesuai dengan iklim dan kondisi lingkungan setempat.
ü Garis lapangan yang berbasis air
tidak termasuk rumpput llurus dan rata serta tidak menganggu jalannya
permainan.
3. Tribun Penonton

a. Pandangan penonton
ü Pandangan penonton dari setiap sudut
tribun harus dapat melihat secara leluasa ke seluruh arena pertandingan, maka
tata letak (lay out) dan sudut serta
dimensi tribun harus di tentukan menurut hasil analisa persyaratan garis
pandang.
ü Sudut kemiringan (kecuraman) undakan
tribun harus menjamin perbedaan tinggi minimal 12 cm agar penonton yang ada di urutan
belakang dapat melihat secara bebas ke titik terjauh dan terdekat dari arena
permainan tanpa terhalang penonton dibarisan depannya.
b. Pengaturan Tempat Duduk Penonton
Pengaturan
tempat duduk penonton d tribun harus memenuhi ketentuan berikut:
ü Daerah penonton harus dibagi dalam
kelompok yang masing-masing menampung penonton minimal 2.000 orang, maksimal
3.000 orang
ü Antara dua kelompok yang
bersebelahan harus dipisahkan dengan pagar permanen transparan setinggi minimal
1,2 m, maksimal 2,0m, dan tidak boleh mengganggu pandangan
ü Antara dua gang maksimal 48 tempat
duduk
ü Antara gang dengan dinding atau
pagar maksimal 24 tempat duduk
ü Antara gang dengan gang utama
maksimal 72 tempat duduk
ü Harus dihindarkan terbentuknya
perempatan
ü Kapasitas harus disesuaikan dengan
daya tampung penonton dalam 1 sekktor/kelompok
ü Garis pandangan seorang penonton
tidak boleh terhalang pandangan oleh penonton didepannya di tentukan 12 cm
ü Untuk mendapatkan garis pandangan
yang bebas, perencana harus melakukan analisa sudut pandang. Sudut dasar tribun
dapat dibuat dalam 2 atau lebih dengan sudut yang lebih besar yang didasarkan
pada perhitungan injakan dan tanjakan yang digunakan, dan
ü Tribun khusus untuk penyandang cacat
harus diletakan di bagian paling depan dan/atau paling belakang dari tribun.
C. Perlengkapan Pertandingan Sepakbola
1.
Gawang
dan Jaring
Sesuai dengan regulasi FIFA, gawang
harus berbentuk persegi panjang dengan ukuran dalam tinggi 2,44m lebar 7,32m,
berwarnah putih. Kontruksi gawang harus dari bahan yang kuat dan aman, ukuran
diameter max 12cm atau oval 10vm x 12cm.

2.
Bendera
Sudut
Untuk fasilitas tendangan penjuru
harus di pasang bendera sudut dengan tiang dan kontruksi yang terbuat dari
bahan yang lentur atau elastic, tidak mudah patah dan tidak membahayakan
pemaian
3.
Bangku
Pemain Cadangan dan Wasit
Harus di sediakan dua tempat untuk
bangku pemain cadangan, masing-masing berkapasitas 20 kursi individual (bukan
bangku) untuk pemain cadangan dan ofisial ( standar FIFA untuk world cup 22
seat). Jarak bangku terdepan terhadap garis tepo minimal 5 meter dan
masing-masing tempat tersebut berjarak minimal 5 meter terhadap garis tengah
lapangan. Terpasang meja/papan tulis di bench
wasit cadangan.

4. Papan Iklan di Lapangan
Semua papan iklan dengan tinggi
maksimal 1 meter apabila dipasang dikelilingi lapangan sepakbola harus
diletakkan minimal berjarak empat meter diluar garis tepi lapangan permainan
dam lima meter dibelakang gawang. Papan iklan tidak boleh menganggu sudut
pandang penonton, tidak boleh menimbulkan pantulan cahaya yang menyilaukan dan
secara tidak akan membahayakan pemain.

D. Fasilitas
1.
Akses
Pemain/Atlet dan Ofisial
Untuk pemain dan ofisial harus
disediakan akses jalan masuk dan keluar yang dapat di vcapai oleh kendaraan
jenis bus sampai kedalam stadion langsung menuju ruang atau zona privat yang
aman dan terlindungi dari ancaman verbal atai fisik, kerumunan umun dan
pers/media. Harus terdapat akses untuk mobil ambualan dan keselamatan serta
pemeliharaan.
2.
Untuk
kegiatan Olahraga atletik, harus memenuhi prasyarat kebutuhan ruang-ruang
penunjang untuk ruang kerja ofisial, ruang-ruang umum, atau ruang khusus
lainnya sesuai dengan ketentuan ancillary
rooms pada IAAF Track and fienld
Facilities Manual
·
Ruang
kerja untuk ofisial, wasit, komisi pertandingan, panitia pelaksana, konperensi
pers dapat dipakai secara bersama untuk kegiatan atletik dan sepakbola.
·
Ruang
ganti dan ruang tunggu pemain sepakbola harus dibuat terpisah minimal untuk 2
(dua) pemain.
·
Stadion
harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang khusus untuk panitia
pertandingan ball boys dan gudang.
3. Ruang Ganti Pemanin
1.
Untuk
kenyamanan pemain sepakbola, harus tersedia fasilitas ruang ganti minimum 2
buah yang terpisah (untuk pemain tuan rumah dan tamu pertandingan sepakbola),
khusus untuk pelaksanaan 2 (dua) pertandingan berurutan diperlukan 4 (empat)
ruang ganti pemain yang berdekatan dengan tribun VIP, ruang konperensi pers dan
ruangan kerja panitia pelaksana.
2. Ruang ganti untuk pemain sepakbola
harus ditempatkan dibawah tribun VIP Barat dan untuk Cabang Atletik harus
ditempatkan dibawah tribun timur. Fasilitas di ruang ganti pemain minimum
sebagai berikut:

a. Bangku
b. Lemari dengan gantungan pakaian
minimal untuk 25 orang
c. Shower mandi minimal 5 buah (air panas dan
dingin)
d. 2 (dua) buah closet duduk dan satu
buah urinoir
e. 1 (satu) buah kulkas
f. 2 (dua) buah meja massage
g. 1 (satu) buah whiteboard
h. Sumber tenaga listrik (stop kontak
daya) dan
i.
Lampu
penerangan yang cukup
4. Ruang Ganti Wasit
Fasilitas ruang gantni wasit harus
terpisah, namun dekat dengan ruang ganti pemain, dan harus terletak pada lantai
yang sama berdekatan dengan tribun VIP. Ruang ganti pemain cabang sepakbola ditempatkan
di bawah tribun VIP barat sedangkan cabang Atletik dibawah tribun timur.
Perlengkapan ruang ganti wasit terdiri dari:
a. Bangku
b. Lemari (locker) untuk sepakbola
minimum 4 locker, sedangkan 2 (dua) pertandingan yang berurutan disediakan
minimal 8 locker, sedangkan untuk cabang atletik harus di sediakan locker
sesuai kebutuhan perlombaan
c. Shower mandi minimum 1 buah untuk
sepakbola, dan 4 buah untuk atletik
d. Closet duduk minimum 1 buah untuk
sepakbola, dan 2 buah untuk atletik
e. Urinoir minimal 1 buah untuk
sepakbola dan 4 buah untuk atletik
f. 1 (satu) buah meja massage ( standar
FIFA 3 buah)
g. 1 (satu) buah kulkas, dan
h. Stop kontak dya listrik dan
sambungan internet, serta lampu penerangan yang cukup.
5. Ruangn pemanasan/peregangan untuk
olahraga sepakbola
a. Ruangan pemanasan indoor harus
disediakan untuk pemain melakukan aktivitas menjelang kick off pertandingan.
Letak ruang pemanasan harus berdekatan dengan ruang ganti pemain.
b. Untuk sepakbola minimal tersedia 1
ruangan pemanasan/peregangan untuk masing-masing tim kesebelasan,
masing-mamsing terlindung dari pihak lain untuk kerahasiaan strategi
pertandingan.
E. Rumput Lapangan SepakBola

1.Sesuai standar FIFA, Rumput untuk
sepakbola harus jenis rumput hijau yang lembut dan halus, yang dapat tumbuh
sesuai iklim setempat.
2. Rumput yang digunakan jenis
rumput mempunyai akar kuat, tahan terhadap sleding, dan aus pada tempat –
tempat tertentu seperti di dekat gawang.agar rumput dapat tumbuh dengan baik
maka harus digunakan media tanam yang cocok.
3.Rumput sintetik diperkenankan
untuk rumput sintetis generasi ketiga yang mebdapatkan sertifikat FIFA bintang
1 atau bintang 2 dapat digunakan kompetesi FIFA
4. Landasan untuk rumput sintetik
dapat terdiri dari agregat atau landasan aspal permeable yang harus disiapkan
sesuai spesifikasi teknis standar pabrik rumput sintetik yang dipergunakan .
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dengan memiliki
sarana dan prasarana yang memadai khususnya saran dalam bidang olahraga permainan seseorang dapat mengembangkan
potensinya secara optimal untuk mencapai prestasi
setinggi-tingginya.
B.Saran
Dengan pembuatan makalah sarana dan
prasarana ini diharapkan mampu bermanfaat untuk:
1.dapat menjadi dorongan dan motivasi vasi
sekolah atau lembaga yang
belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
2. Diharapkan pemerintah lebih memperhatikan sarana
dan prasarana disetiap
bidang,terutama dalam bidang pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sepak Bola merupakan Olahraga yang
banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat di dunia, karena sepak bola
dalam perkembangannya sudah kian melengkapi diri sebagai suatu cabang olahraga,
ilmu, bahkan juga seni. Dan peratuan demi peraturan semakin lengkap dengan
seiring berkembangnya zaman, dan diharapkan peraturan yang ada di dalamnya
dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh insan sepak bola. Perkembangan sepak
bola juga didukung oleh Sarana dan Prasarana itu sendiri yang sesuai dengan
aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
Undang undang Nomor 3 Tahun 2005 sistem Keolahragaan
Nasional pasal 81 mengamanatkan adanya Standar Nasional keolahragaan yang
meliputi 6 (enam) standar yaitu, (a) standar kompetensi tenaga keolahragaan,
(b) standar isi program penantaan/pelatihan tenaga keolahragaan, (c) standar
prasarana dan sarana olahraga, (d) standar pengelolaan organisasi keolahragaan,
(e) standra penyelenggaraan keolahragaan, dan, (f) standar pelayanan minimal
keolahragaan.
Standar nasional Keolahragaan tersebut ditetapkan
oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagaimana di atur
dalam pasal 86 peraturan pemerintah nomor 16 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan
Keolahragaan. Salah satu standar keolahragaan yang perlu diwujudkan dalam
rangka menjamim mutu penyelenggaraan system keolahragaan nasional adalah
standar prasarana olahraga.
Dalam rangka peningkatan prestasi cabang olahraga
atletik dan sepakbola, diperlukan prasarana yang memenuhi persyaratan standar.
Pada tahun 1991 telah di terbitkan Keputusan BersamaMenteri Pekerjaan Umum
Nomor: 483/KTSP/1991 dan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor: 066/Menpora/1991
tanggal 10 September 1991 tentang tata cara perencanaan teknik bangunan
prasarana olahraga. Namun dengan lahirnya
undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang system keolahragaan Nasional dan
Perturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tenang Penyelenggaraan Keolahragaan
maka perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap isi atau beberapa
ketentuan dalam Standar Perencanaan Bangunan Prasarana Olahraga tersebut.
B. Rumusan masalah
Apa saja
yang termasuk sarana dan prasarana olahraga sepak bola?
C.Tujuan dan Manfaat
Untuk
mengetahui yang termasuk dalam sarana dan prasarana olahraga sepak
bola
bola
D.Manfaat
a.
Bagi
pembaca agar pembaca mengetahui segala macam sarana dan prasarana olahraga
permainan sesuai yang dijelaskan dalam makalah ini
b.
Bagi
penulis agar makalah ini menjadi bahas pengoreksian diri
sehingga nantinya pada saat menulis makalah yang lain dapat lebih bagus lagi.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Sarana
1. Bola

Spesifikasi Bola adalah :
·
Berbentuk
bundar atau bulat.
·
Terbuat
dari kulit atau bahan lain yang sesuai.
·
Lingkaran
tidak lebih dari 70 cn (28 inci) dan tidak kurang dari 68 cm (27 inci).
·
Berat
tidak lebih dari 450 gr dan tidak kurang dari 410 gr pada saat dimulainya
pertandingan.
·
Tekanan
udara dengan 0.6 sampai 1,1 atm (600-1100 gr/cm2) pada permukaan laut (8,5 lbs
/ sq inci sampai 15,6 lbs / sq inci)
2. Kostum
- Baju kaos atau kemeja olahraga.
- Celana pendek (jika memakai celana dalam penghangat, warnanya harus sama dengan warna celana pendek utama).
- Kaos kaki.
- Sepatu
- Pelindung tulang kering (seluruhnya terturup oleh kaos kaki, terbuat dari bahan yang sesuai, missal ; karet, plastik / bahan sejenisnya).
- Sarung tangan untuk penjaga gawang
B. Prasarana
1. Lapangan sepak bola

b. Ukuran lapangan sepak bola
1. Lapangan tengah dari stadion harus
berupa sebuah lapangan rumput yang dapat dipergunakan sebagai lapangan sepak
bola, namun pada saat yang berbeda dapat digunakan pula untuk nomor lempar
cabang olahraga atletik khususnya sebagai landig
area.
2.
Untuk
panjang dan lebar lapangan sepakbola pada sebuah stadion yang di pergunakan
juga untuk atletik harus di buat sesuai dengan IAAF track and Field Facilities Manual dengan lintasan atletik
berbentuk oval radius 36,5 m dan panjang lintasan lurus 84,39 m, sehingga
menghasilkan lapangan tengah yang dapat di pergunakan sebagai lapangan sepak
bola dengan ukuan 105m x 68m yang selanjutnya disebut sebagai lapangan standar
FIFA.
c.
Lapangan
untuk sebak bola harus memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagai berikut:
ü Bentuk permainan lapangan harus
persegi panjang dan ukuran panjang 105m, lebar l8m, sesuai dengan ukuran resmi
standar FIFA untuk pertandingan world
cup, conferedation cup dan pertandingan Internasional lainnya.
ü Jarak bebas dari garis lapangan ke
dinding atau pagar/parit pembatas masing-masing minimal 5m. untuk ukuran dengan
standar lapangan 68m x 105m, maka ukuran minimal lapangan di tambah jarak bebas
menjadi 78m x 115m.
ü Kemiringan permukaan lapangan
maksimal 1% berbentuk perisai keempat arah.
ü Mempunyai system yang menjamin air
hujan tidak tergenang.
ü Menggunakan ruput alami berwarna
hijau yang halus dan lembut, atau menggunakan rumput sintetik yang
direkomendasikan FIFA.
ü Mempunyai system penyiraman rumput
sesuai dengan iklim dan kondisi lingkungan setempat.
ü Garis lapangan yang berbasis air
tidak termasuk rumpput llurus dan rata serta tidak menganggu jalannya
permainan.
3. Tribun Penonton

a. Pandangan penonton
ü Pandangan penonton dari setiap sudut
tribun harus dapat melihat secara leluasa ke seluruh arena pertandingan, maka
tata letak (lay out) dan sudut serta
dimensi tribun harus di tentukan menurut hasil analisa persyaratan garis
pandang.
ü Sudut kemiringan (kecuraman) undakan
tribun harus menjamin perbedaan tinggi minimal 12 cm agar penonton yang ada di urutan
belakang dapat melihat secara bebas ke titik terjauh dan terdekat dari arena
permainan tanpa terhalang penonton dibarisan depannya.
b. Pengaturan Tempat Duduk Penonton
Pengaturan
tempat duduk penonton d tribun harus memenuhi ketentuan berikut:
ü Daerah penonton harus dibagi dalam
kelompok yang masing-masing menampung penonton minimal 2.000 orang, maksimal
3.000 orang
ü Antara dua kelompok yang
bersebelahan harus dipisahkan dengan pagar permanen transparan setinggi minimal
1,2 m, maksimal 2,0m, dan tidak boleh mengganggu pandangan
ü Antara dua gang maksimal 48 tempat
duduk
ü Antara gang dengan dinding atau
pagar maksimal 24 tempat duduk
ü Antara gang dengan gang utama
maksimal 72 tempat duduk
ü Harus dihindarkan terbentuknya
perempatan
ü Kapasitas harus disesuaikan dengan
daya tampung penonton dalam 1 sekktor/kelompok
ü Garis pandangan seorang penonton
tidak boleh terhalang pandangan oleh penonton didepannya di tentukan 12 cm
ü Untuk mendapatkan garis pandangan
yang bebas, perencana harus melakukan analisa sudut pandang. Sudut dasar tribun
dapat dibuat dalam 2 atau lebih dengan sudut yang lebih besar yang didasarkan
pada perhitungan injakan dan tanjakan yang digunakan, dan
ü Tribun khusus untuk penyandang cacat
harus diletakan di bagian paling depan dan/atau paling belakang dari tribun.
C. Perlengkapan Pertandingan Sepakbola
1.
Gawang
dan Jaring
Sesuai dengan regulasi FIFA, gawang
harus berbentuk persegi panjang dengan ukuran dalam tinggi 2,44m lebar 7,32m,
berwarnah putih. Kontruksi gawang harus dari bahan yang kuat dan aman, ukuran
diameter max 12cm atau oval 10vm x 12cm.

2.
Bendera
Sudut
Untuk fasilitas tendangan penjuru
harus di pasang bendera sudut dengan tiang dan kontruksi yang terbuat dari
bahan yang lentur atau elastic, tidak mudah patah dan tidak membahayakan
pemaian
3.
Bangku
Pemain Cadangan dan Wasit
Harus di sediakan dua tempat untuk
bangku pemain cadangan, masing-masing berkapasitas 20 kursi individual (bukan
bangku) untuk pemain cadangan dan ofisial ( standar FIFA untuk world cup 22
seat). Jarak bangku terdepan terhadap garis tepo minimal 5 meter dan
masing-masing tempat tersebut berjarak minimal 5 meter terhadap garis tengah
lapangan. Terpasang meja/papan tulis di bench
wasit cadangan.

4. Papan Iklan di Lapangan
Semua papan iklan dengan tinggi
maksimal 1 meter apabila dipasang dikelilingi lapangan sepakbola harus
diletakkan minimal berjarak empat meter diluar garis tepi lapangan permainan
dam lima meter dibelakang gawang. Papan iklan tidak boleh menganggu sudut
pandang penonton, tidak boleh menimbulkan pantulan cahaya yang menyilaukan dan
secara tidak akan membahayakan pemain.

D. Fasilitas
1.
Akses
Pemain/Atlet dan Ofisial
Untuk pemain dan ofisial harus
disediakan akses jalan masuk dan keluar yang dapat di vcapai oleh kendaraan
jenis bus sampai kedalam stadion langsung menuju ruang atau zona privat yang
aman dan terlindungi dari ancaman verbal atai fisik, kerumunan umun dan
pers/media. Harus terdapat akses untuk mobil ambualan dan keselamatan serta
pemeliharaan.
2.
Untuk
kegiatan Olahraga atletik, harus memenuhi prasyarat kebutuhan ruang-ruang
penunjang untuk ruang kerja ofisial, ruang-ruang umum, atau ruang khusus
lainnya sesuai dengan ketentuan ancillary
rooms pada IAAF Track and fienld
Facilities Manual
·
Ruang
kerja untuk ofisial, wasit, komisi pertandingan, panitia pelaksana, konperensi
pers dapat dipakai secara bersama untuk kegiatan atletik dan sepakbola.
·
Ruang
ganti dan ruang tunggu pemain sepakbola harus dibuat terpisah minimal untuk 2
(dua) pemain.
·
Stadion
harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang khusus untuk panitia
pertandingan ball boys dan gudang.
3. Ruang Ganti Pemanin
1.
Untuk
kenyamanan pemain sepakbola, harus tersedia fasilitas ruang ganti minimum 2
buah yang terpisah (untuk pemain tuan rumah dan tamu pertandingan sepakbola),
khusus untuk pelaksanaan 2 (dua) pertandingan berurutan diperlukan 4 (empat)
ruang ganti pemain yang berdekatan dengan tribun VIP, ruang konperensi pers dan
ruangan kerja panitia pelaksana.
2. Ruang ganti untuk pemain sepakbola
harus ditempatkan dibawah tribun VIP Barat dan untuk Cabang Atletik harus
ditempatkan dibawah tribun timur. Fasilitas di ruang ganti pemain minimum
sebagai berikut:

a. Bangku
b. Lemari dengan gantungan pakaian
minimal untuk 25 orang
c. Shower mandi minimal 5 buah (air panas dan
dingin)
d. 2 (dua) buah closet duduk dan satu
buah urinoir
e. 1 (satu) buah kulkas
f. 2 (dua) buah meja massage
g. 1 (satu) buah whiteboard
h. Sumber tenaga listrik (stop kontak
daya) dan
i.
Lampu
penerangan yang cukup
4. Ruang Ganti Wasit
Fasilitas ruang gantni wasit harus
terpisah, namun dekat dengan ruang ganti pemain, dan harus terletak pada lantai
yang sama berdekatan dengan tribun VIP. Ruang ganti pemain cabang sepakbola ditempatkan
di bawah tribun VIP barat sedangkan cabang Atletik dibawah tribun timur.
Perlengkapan ruang ganti wasit terdiri dari:
a. Bangku
b. Lemari (locker) untuk sepakbola
minimum 4 locker, sedangkan 2 (dua) pertandingan yang berurutan disediakan
minimal 8 locker, sedangkan untuk cabang atletik harus di sediakan locker
sesuai kebutuhan perlombaan
c. Shower mandi minimum 1 buah untuk
sepakbola, dan 4 buah untuk atletik
d. Closet duduk minimum 1 buah untuk
sepakbola, dan 2 buah untuk atletik
e. Urinoir minimal 1 buah untuk
sepakbola dan 4 buah untuk atletik
f. 1 (satu) buah meja massage ( standar
FIFA 3 buah)
g. 1 (satu) buah kulkas, dan
h. Stop kontak dya listrik dan
sambungan internet, serta lampu penerangan yang cukup.
5. Ruangn pemanasan/peregangan untuk
olahraga sepakbola
a. Ruangan pemanasan indoor harus
disediakan untuk pemain melakukan aktivitas menjelang kick off pertandingan.
Letak ruang pemanasan harus berdekatan dengan ruang ganti pemain.
b. Untuk sepakbola minimal tersedia 1
ruangan pemanasan/peregangan untuk masing-masing tim kesebelasan,
masing-mamsing terlindung dari pihak lain untuk kerahasiaan strategi
pertandingan.
E. Rumput Lapangan SepakBola

1.Sesuai standar FIFA, Rumput untuk
sepakbola harus jenis rumput hijau yang lembut dan halus, yang dapat tumbuh
sesuai iklim setempat.
2. Rumput yang digunakan jenis
rumput mempunyai akar kuat, tahan terhadap sleding, dan aus pada tempat –
tempat tertentu seperti di dekat gawang.agar rumput dapat tumbuh dengan baik
maka harus digunakan media tanam yang cocok.
3.Rumput sintetik diperkenankan
untuk rumput sintetis generasi ketiga yang mebdapatkan sertifikat FIFA bintang
1 atau bintang 2 dapat digunakan kompetesi FIFA
4. Landasan untuk rumput sintetik
dapat terdiri dari agregat atau landasan aspal permeable yang harus disiapkan
sesuai spesifikasi teknis standar pabrik rumput sintetik yang dipergunakan .
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dengan memiliki
sarana dan prasarana yang memadai khususnya saran dalam bidang olahraga permainan seseorang dapat mengembangkan
potensinya secara optimal untuk mencapai prestasi
setinggi-tingginya.
B.Saran
Dengan pembuatan makalah sarana dan
prasarana ini diharapkan mampu bermanfaat untuk:
1.dapat menjadi dorongan dan motivasi vasi
sekolah atau lembaga yang
belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
2. Diharapkan pemerintah lebih memperhatikan sarana
dan prasarana disetiap
bidang,terutama dalam bidang pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar