BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pendidikan jasmani
merupakan suatu peroses pendidikan dengan menggunakan aktivitas otot-otot tubuh
manusia agar peroses pendidikan yang sedang berlangsung tidak terhambat karna
gangguan kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusi atau peserta didik.Sehingga
dengan pendidikan jasmani peserta didik diharapkan dapat mengembangkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam mengikuti peroses pendidikan.Dalam
hal ini Samsudin.(2010: 6) berpendapat bahwa, “Pendidikan jasmani merupakan
usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan organik, neuromuskuler,
intelektual dan sosial”.
Sangat pentingnya
pendidikan jasmani dalam peroseses pendidikan sehingga di setiap sekolahan
wajib diberikan pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan jasmani.Untuk
menujang peroses pembelajaran pendidikan jasmani diperlukan adanya alat peraga
(media), sarana dan perasarana.
Dalam hal ini sangan
disayangkan masih kurangnya alat atau sarana pembelajaran jasmani
disekolah-sekolah yang mengakibatkan peroses pembelajaran terhambat.Oleh karena
itu perlu pengadaan alat-alat, sarana dan perasarana yang dibutuhkan dalam
peroses pembelajaran pendidikan jasmani. Azhar Arsyad. (2013:19) berpendapat,
“Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangan
membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pasan dan isi
pelajaran pada saat itu”. Begitu juga pendapat dari Wina Sanjaya.(2010: 55)
adalah, “kelengkappan sarana dan prasarana akan membantu guru dalam
penyelenggaraan peroses pembelajaran”.
Berdasarkan latar
belakangkang diatas mengingat pentingnya pendidikan jasmani untun menunjang
peroses pendidikan.Maka perlu adanya pengadaan pasilitas alat (medi), sarana
dan prasarana pendidikan jasmani.Disamping itu mengingat penggunaan alat yang
sering kemungkinan besar terjadi kehilangan dan kerusksakan alat, maka perlu
adanya pengelolaan alat, sarana dan perasarana untuk meminimalisir kemungkinan
hilang dan ruksak terjaga. Bambang Ismaya.
Dalam pengelolaan
perlunya diketahui tentang manajemen, agar alat atau perlengkapan yang dimiliki
bisa digunakan secara efektif dan efisien sehingga tercapainya tujuan.Menurut
Drs. Oey Liang Lee.Manajemen adalah, “seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
B. Rumusan
Makalah
Berdasarkan latar
belakang yang telah dikemukakan di atas, isi makalah ini akan
dibahas menurut fungsi manajemen yaitu :
1. Perencanaan
Pengadaan Alat Olahraga
2. Pembuatan
Struktur Organisasi dalam pengadaan alat Olahraga
3. Pembelian
Alat Olahraga
4. Pengelolaan
Alat Olahraga
5. Penggunaan
Alat Olahraga
C. Tujuan
Penulisan Makalah
Berdasarkan rumusan
makalah di atas, penulis mempunyai tujuan dalam penuliasan ini, untuk
mengetahui:
1. Perencanaan
Pengadaan Alat Olahraga
2. Pembuatan
Struktur Organisasi dalam pengadaan alat Olahraga
3. Pembelian
Alat Olahraga
D. Manfaat
Penulisan Makalah
1. Dapat diperoleh informasi tentang Pembelian dan Perawatan
Alat Perlengkapan Olahraga.
2. Dapat
dijadikan sebagai masukan dan pedoman guru Penjasorkes dalampembelajaran
yang efektif untuk meningkatkan pembelajaran Penjas.
3. Bagi penulis dan penyusun dapat
menambah wawasan tentang Pembelian dan Perawatan Alat Perlengkapan Olahraga.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perencanaan
Pengadaan Alat Olahraga
1. Peralatan
Olahraga
Peralatan
Olahraga sendiri bertujuan untuk membantu pembelajaran pendidikan jasmani untuk
tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan jasmani.agar dengan mudah
mendapatkan perlengkapan olahraga sesuai dengan olahraga yang di butuhkan.
Olahraga sendiri adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan
agar tetap sehat jasmani dan rohani, untuk menunjak peroses pembelajaran
disekolah.
Pada
dasarnya guru Penjas sering mengalami kendala kekurangan pasilitas atau alat
peraga dalam memberikan materi pembelajaran, namun di era sekarang ini banyak
subsidi atau bantuan-bantuan dari pemerintah untuk pengadan alat peraga dalam
pembelajaran. Menurut Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) No. 3
Tahun 2005 pasal 20 dan 21 Sarana olahraga adalah peralatan dan perlengkapan
yang digunakan untuk kegiatan olahraga. Sementara prasarana olahraga adalah
tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan olahraga
dan/ atau penyelenggaraan keolahragaan.
2. Manajemen
perencanaan
Tahap
pertama dari manajemen perencanaan adalah perencanaan yang sekaligus merupakan
dari langkah pengadaan. Pengadaan alat, perlengkapan, sarana dan prasarana
tidaklah semudah pengadaan meja dan kursi yang hanya mempertimbangkan selera
dan dana yang tersedia. Proses pengadaan sarana dan prasarana diperlukan
pengadaan pertimbangan yang lebih banyak dan semuanya harus bersifat edukatif
(Arikunto dan Yuliana, 2008 : 275).
Pengadaan
perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana melalui beberapa tahapan tertentu,
yaitu (Arikunto dan Lia, 2008 : 275-276) :
a. Menganalisis
materi pelajaran yang lebih membutuhkan media pelajaran dalam proses
pembelajaran dan mendaftar media pelajaran yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan
oleh guru bidang studi.
b. Mengadakan
seleksi menurut skala prioritas terhadap media pembelajaran yang dibutuhkan.
Media pembelajaran yang lebih penting dan mendesak diadakan terlebih dahulu.
c. Menginventarisasi
media pembelajaran yang telah ada dan nantinya akan dilakukan re-inventarisasi
untuk mengetahui kondisi media pembelajaran.
d. Mengadakan
seleksi media pembelajaran yang masih dapat digunakan.
e. Mencari
dana yang diperlukan dalam pengadaan media pembelajaran. Pencarian dana ini
dilakukan jika dana dari sekolah belum ada.
f. Menunjuk
seseorang atau beberapa orang untuk bertanggung jawab dalam pengadaan media
pembelajaran. Penunjukan ini harus memenuhi beberapa kriteria yaitu : keahlian,
kecakapan dalam berkomunikasi, kejujuran, dan sebagainya.
3. Proposal
Fasilitas Olahraga
Untuk
tersedianya alat perlengkapan olahraga, perlu di buatkannya peroposal pengadaan
alat olahraga.Karena proposal merupakan salah satu dari perencanaan.
Berikut contoh pembuatan
proposal Menurut SDN II PONDOK. (2013):
PROPOSAL
PERMOHONAN BANTUAN
FASILITAS
PENGGUNAAN ALAT OLAH
RAGA SD/ SDLB
(Gambar. 1 alat
olahraga)
SD NEGERI II PONDOK
UPT DINAS PENDIDIKAN
KECAMATAN NGADIROJO
KABUPATEN WONOGIRI
TAHUN 2013
PEMERINTAH KABUPATEN
WONOGIRI
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI II
PONDOK
KECAMATAN NGADIROJO
Alamat : Ngadirejo
Kulon, Pondok Kecamatan Ngadirojo
Ngadirojo,
11 Nopember 2013
Nomor : 431.2/ /
2013
Hal : Permohonan
Bantuan Alat Olahraga
Kepada Yth.
Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Tengah
Jln. Pemuda No. 134
Semarang
Dengan
hormat
Dalam
upaya peningkatan standar kompetensi bidang seni dan olah raga di Sekolah Dasar
diperlukan sarana yang baik dan memadai, agar pelaksanaan kegiatan tersebut
dapat berjalan dengan lancar.
Untuk
memenuhi hal tersebut supaya sesuai dengan standar nasional pendidikan di SD
Negeri II Pondok maka kami mengajukan permohonan bantuan alat-alat olahraga
yang benar-benar kami butuhkan.
Demikian
besar harapan kami atas kebijaksanaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui
Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan
Ngadirojo
Dra.
DWI PUJIASTUTI, M.Pd
NIP. 19590127 198602 2 001
|
Ngadirojo, 11 Nopember 2013
Kepala SDN II Pondok
SUGINO, S.Pd
NIP. 19610322 198012 1 004
|
PROPOSAL
PERMOHONAN BANTUAN ALAT
PERAGA OLAHRAGA
UNTUK SEKOLAH DASAR
TAHUN 2013
BAB II
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa
setiap warga Negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin
terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa
memungut biaya.Sedangkan pada ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan
tanggung jawab Negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah,
pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang
tersebut adalah pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan
pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan
SMP) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.
B. Dasar
1. Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia NOmor 9 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
C. Maksud
dan Tujuan
Maksud
dari pengajuan proposal Bantuan alat peraga olahraga untuk Sekolah Dasar Tahun
2013/ 2014 di SDN II Pondok adalah :
1. Memperlancar
proses pembelajaran dalam mewujudkan hasil pembelajaran yang optimal.
2. Memenuhi
kebutuhan sarana alat peraga visual yang dapat menumbuhkembangkan dan
meningkatkan kemampuan siswa.
3. Sebagai
tolak ukur untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran
yang sedang dipelajari.
4. Meningkatkan
apresiasi dan motivasi siswa dan guru dalam mengikuti proses pendidikan.
D. Sasaran
Melengkapi
kebutuhan sarana pembelajaran dengan alat peraga pendidikan guna peningkatan
kualitas pendidikan.
BAB III
RENCANA ANGGARAN
1. ALAT OLAHRAGA SD
No
|
Uraian
|
Spesifikasi
|
Harga
|
Vol
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Bole
volley
|
384.000
|
2
|
768.000
|
Buku
I hal 187
|
|
2
|
Bola
kaki
|
263.000
|
2
|
526.000
|
Buku
I hal 187
|
|
3
|
Bola
basket
|
251.000
|
2
|
502.000
|
Buku
I hal 188
|
|
4
|
Bola
kasti
|
Merah
|
7.000
|
8
|
56.000
|
Buku
I hal 188
|
5
|
Net
Badminton
|
178.000
|
1
|
178.000
|
Buku
I hal 190
|
|
6
|
Net
Volley
|
735.000
|
1
|
735.000
|
Buku
I hal 187
|
|
7
|
Ring
basket
|
172.000
|
1
|
172.000
|
Buku
I hal 188
|
|
8
|
Pemukul
kasti
|
21.000
|
2
|
42.000
|
Buku
I hal 189
|
|
9
|
Stop
watch
|
1.170.000
|
1
|
1.170.000
|
Buku
I hal 189
|
|
10
|
Matras
sabut
|
358.000
|
1
|
358.000
|
Buku
I hal 190
|
|
11
|
Kit
Atletik
|
2.233.000
|
1
|
2.233.000
|
Buku
I hal 190
|
|
Jumlah
|
||||||
6.740.000
|
BAB IV
Pengadaan
alat peraga pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang diharapkan dapat
terpenuhi, karena alat itu sangat diperlukan untuk memperlancar proses pembelajaran.
Demikian
proposal permohonan bantuan alat peraga olahraga kami buat, atas perhatian dan
terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.
Mengetahui
Ketua Komite Sekolah
SARMAN
NIP.
19623455 192947 1 009
|
Ngadirojo, Nopember 2013
Kepala SDN II Pondok
SUGINO, S.Pd
NIP. 19610322 198012 1 003
|
B. Pembuatan Struktur Organisasi dalam pengadaan dan
Perawatan Alat.
1. Pengertian
Pengorganisasian
Pengertian
Pengorganisasian adalah suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai
dengan tujuan, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
2. Pengertian
Struktur Organisasi
Struktur
organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam
organisasi.Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan
menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda
tersebut diintegrasikan (koordinasi).Selain daripada itu struktur organisasi
juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai
mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur organisasi terdiri atas
unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi
atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.
C. Pembelian Alat Olahraga
1. Pembelian
Pembelian
merupakan hal penting dalam pengadaan alat perlengkapan, oleh karena itu
pembelian masuk dalam perencanaan pengadaan barang. Menurut Agung
Muryanto, DKK.
Yaitu, “Pembelian adalah proses penemuan sumber dan pemesanan bahan, jasa, dan
perlengkapan. Kegiatan tersebut terkadang
disebut pengadaan barang. Tujuan utamanya
adalah memperoleh bahan dengan biaya
serendah mungkin yang konsisten dengan
kualitas dan jasa yang dipersyaratkan”.
2. Jenis-jenis
alat olahraga
Penjas
adalah salah satu olahraga yang sering diberikan untuk anak-anak di sekolah.
Olahraga ini menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang harus ditempuh oleh
anak-anak usia sekolah. Ada berbagai jenis alat olahraga penjas.Bagi sekolah
yang ingin pengadaan alat olahraga penjas, mereka bisa mendapatkan berbagai
alat olahraga tersebut dengan mudah saat ini. Banyak toko atau distributor alat
penjas yang akan mebantu pihak sekolah maupun individu untuk melakukan
pengadaan beberapa alat olahraga tersebut. Ada dua jenis alat olahraga penjas
yang bisa dibeli diantaranya alat olahraga dalam ruangan dan alat olahraga di
luar ruangan.
Alat
olahraga yang digunakan di dalam ruangan merupakan alat olahraga penjas yang
digunakan pada ruang tertutup sedangkan alat olahraga penjas luar ruangan bisa
digunakan di luar ruangan.Fasilitas olahraga yang ada dalam ruangan diantaranya
adalah tempat senam, shooting range dan beberapa fasilitas lainnya yang
digunakan untuk olahraga penjas di dalam ruangan.Bagi sekolah yang ingin
membeli alat olahraga untuk penjas di dalam ruangan, jenis alat olahraga penjas
di dalam ruangan lainnya adalah bola, matras senam, peralatan tennis, peralatan
basket dan peralatan lainnya yang bisa digunakan di dalam ruangan.
3. Pemilihan
Alat yang dibutuhkan
Sesuai
perencanaan maka pemilihan alat yang dibutuhkan harus benear-benar dipilih,
untuk menjaga anggaran yang keluar agar tidak sia-sia.Hal ini sangat penting
karena meminimalisir pembengkakan anggaran yang sudah ada. Dengan anggaran yang
minim pemilihan alat itu harus diperhatikan, agar nantinya bisa menyesuaikan
dengan kebutuhan alat yang akan digunakan.
D. Pengelolaan Alat Olahraga
Sarana
dan prasaraa olahraga adalah semua benda baik yang bergerak maupun tidak
bergerak, yang diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan olahraga baik secara
langsung maupun tidak langsung Administrasi sarana prasarana olahraga meliputi:
1) perencanaan
kebutuhan
2) pengadaan
3) penyimpanan
4) inventarisasi
5) pemeliharaan
6) penghapusan
prasarana dan sarana pendidikan
1. Perencanaan
Kebutuhan Sarana & Prasarana.
Dalam
merencanakan dan menentukan kebutuhan sarana prasarana perlu diketahui beberapa
hal, diantaranya adalah:
a) Pengisian
kebutuhan sarana prasarana sesuai dengan perkembangan olahraga.
b) Adanya
sarana prasarana yang rusak, dihapuskan, hilang atau bencana yang dapat
dipertanggung jawabkan.
c) Adanya
penyediaan sarana prasarana yang didasarkan pada jatah. d.Untuk menentukan
persediaan sarana prasarana pada tahun mendatang.
2. Pengadaan
Sarana & Prasarana
Pengadaan
sarana parasana olahraga adalah upaya untuk mewujudkan atau menghadirkan
kebutuhan sarana prasarana olahraga sesuai kebutuhan dan rancangan anggaran
yang telah disusun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam pengelolaan
perlunya diketahui tentang manajemen, agar alat atau perlengkapan yang dimiliki
bisa digunakan secara efektif dan efisien sehingga tercapainya tujuan.Menurut
Drs. Oey Liang Lee.Manajemen adalah, “seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
Peralatan Olahraga
sendiri bertujuan untuk membantu pembelajaran pendidikan jasmani untuk
tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan jasmani.agar dengan mudah
mendapatkan perlengkapan olahraga sesuai dengan olahraga yang di butuhkan.
Olahraga sendiri adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan
agar tetap sehat jasmani dan rohani, untuk menunjak peroses pembelajaran
disekolah.
Tahap pertama dari
manajemen perencanaan adalah perencanaan yang sekaligus merupakan dari langkah
pengadaan. Pengadaan alat, perlengkapan, sarana dan prasarana tidaklah semudah
pengadaan meja dan kursi yang hanya mempertimbangkan selera dan dana yang
tersedia. Proses pengadaan sarana dan prasarana diperlukan pengadaan
pertimbangan yang lebih banyak dan semuanya harus bersifat edukatif (Arikunto
dan Yuliana, 2008 : 275).
Pengadaan sarana dan
prasarana yang menunjang dalam pembelajaran yang lainnya adalah pengadaan buku.
Pengadaan buku mulai dari buku tulis, buku paket, dan buku lain yang dapat
dijadikan referensi dalam pembelajaran juga harus ada. Buku-buku yang dipilih
haruslah buku yang menunjang materi pelajaran yang membuat peserta didik lebih
tertarik untuk mempelajarinya. Buku tersebut harus ditunjang dengan beberapa
gambar, bentuk fisik yang sesuai dengan isinya, ukuran yang sesuai, dan syarat
lain yang berpengaruh pada kesehatan (Arikunto dan Yuliana, 2008 : 277).
B. Saran
1. Dalam
hal mencoba penyusunan makalah “Pembelian dan Perawatan Alat Perlengkapan”.
Kami sangat mengharapkan kritikan, saran, dan partisivasi yang membangun kepada
kami, agar penyusunan makalah ini bisa lengkap seperti yang kami harapkan.
2. Hendak
nya semua teman-teman Mahasiswa dari Prodi PJKR UNM, dapat mengetahui manajemen
dalam pembelian dan perawatan alat perlengkapan dan mengaplikasikan ke
kawan-kawan yang lain
DAFTAR PUSTAKA
Azhar Arsyad. (2013).
Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Wina Sanjaya. (2010).
Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
Bambang Ismaya. (2012).
Pengelolaan Pendidikan. Karawang: UNSIKA
Samsudin.(2010). Asas
Dan Falsapah Pendidikan Jasmani. Jakarta: UNJ
Rizki Zulpitri. (2012).
Kendala Guru Penjas.[Online]. Tersedia: http://rizkizulfitri-kiena.blogspot.com/2012/11/kendala-guru-penjas_9776.html [02 November 2012]
SDN II PONDOK.(2013).
Proposal Fasilitas Olahraga.[Onlain]. Tersedia:http://sdnponda.blogspot.com/2013/11/latihan-blog.html [11
November 2013]
Angga Aldia Putra. (2012). Bisnis Peralatan
Olahraga.[Online]. Tersedia:http://download.portalgaruda.org/article.php?article=93230&val=4999
______.(2014). Manajemen
Sarana Dan Prasarana. [Online]. Tersedia:http://henker17.blogspot.com/2014/04/manajemen-sarana-dan-prasarana.html [4
September 2014]
Fitria Inasya. (2013).
Pengertian Pengorganisasian, Struktur Organisasi, dan Fungsi Pengorganisasian
sebagai Fungsi Manjemen.[Onlain]. Tersedia: http://fitria-inasya.blogspot.com/2013/11/pengertian-pengorganisasian-struktur.html. [07 November 2013]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar