BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi tahapan-tahapan
dalam manajemen sarana dan prasarana maka perencanaan merupakan langkah awal.
Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternatif tentang penetapan
prosedur pencapaian, serta perkiraan sumber yang dapat disediakan untuk
mencapai tujuan tersebut. Yang dimaksud sumber meliputi sumber daya manusia,
material dan waktu pendidikan. Perencanaan pengadaan sarana maupun prasarana
dilakukan dengan memperhitungkan keadaan inventaris, pegawai yang ada, biaya.
Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan mengurangi kegagalan dalam
menginplementasikan di lapangan dan menghindariri terjadinya kesalahan dan
kegagalan yang tidak diinginkan.
Namun permasalahan yang sering dijumpai berkaitan dengan perencanaan
kebutuhan barang dan pembangunan gedung sekolah adalah kurang jelasnya suatu
rencana, apalagi berkaitan dengan sumber dana, kadang tidak diperhitungkan
dengan matang, misalnya tidak adanya prioritas pada kebutuhan, atau bahkan
tidak sesuai dengan kebutuhan. Perencanaan yang kurang matang dapat dilihat
berdasarkan data yang dimiliki Depdiknas (2004) 60 % dari 170.000 gedung SD
yang ada diseluruh tanah air dinyatakan rusak parah. Kerusakan ini disebabkan
lantaran dibangun pada masa instruksi Presiden sejak tahun 1984 karena usia
bengunannya sudah tua termakan zaman dan rehabilitasi yang dilakukan oleh
pemerintah pusat dan daerah bersifat sementara sehingga setiap kali diperbaiki
beberapa tahun kemudian rusak lagi karena tidak seluruh ruang diperbaiki. Peran
Pemerintah untuk merehabilitasi bangunan yang rusak tidak sesuai dengan harapan
karena minimnya dan dari APBD dan APBN. Oleh karena itu diperlukan perencanaan
yang sistematis dan flesibel, mendayagunakan segala sumber daya manusia dan
didukung dengan biaya serta tenaga yang profesional.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana memahami dan menerapkan konsep
perencanaan darana dan prasarana pendidikan ?
C. Manfaat dan
Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui hakikat perencanaan
sarana dan prasarana pendidikan, tujuan, manfaat, karakteristik, serta
persyaratan perencanaan yang efektif. Dan juga agar mengetahui prosedur perencanaan
sarana dan prasaran pendidikan sebagai salah satu penunjang sebagai calon
pendidik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Perencanaan Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Perencanaan berasal dari kata "plan" yang mempunyai arti rencana,
rancangan, maksud maupun niat. Planning berarti perencanaan. Sehingga dapat dikatakan
bahwa perencanaan adalah proses kegiatan. Rencana dapat dikatakan sebagai hasil
perencanaan.
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses perkiraan dan
penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang
dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan (Sondang P. Siagian)
Menurut Roger A. Kauffman seperti yang dikutip oleh Nanang Fatah,
perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan
menetapkan jalan dan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu
seefisien dan seefektif mungkin.
Perencanaan adalah pola perbuatan menggambarkan dimuka hal-hal yang akan
dikerjakan kemudian. Dengan kata lain, planning adalah memikirkan sekaran untuk
tindakan yang akan datang. Perencanaan yang dimaksud adalah merinci rancangan
pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi sewa atau pembuatan peralatan
dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan. Perencanaan saran dan prasarana
pendidikan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses perkiraan secara
matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi, sewa atau
pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan.
Perencanaan kebutuhan merupakan rincian fungsi perencanaan yang
mempertimbangkan suatu faktor kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam menentukan
kebutuhan diperlukan beberapa data dasar, diantaranya adalah distribusi dan
komposisi, jjenis, jumlah, dan kondisi (kualitas), sehingga berhasil guna,
tepat guna, dan berdaya guna dan kebutuhan dikaji lebih lanjut untuk
disesuiakan dengan besarnya pembiayayan dan dana yang tersedia.
B. Tujuan Perencanaan Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Adalah demi menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak
diinginkan dan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam
pelaksanaannya. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan
berdasarkan analisis kebutuhan dan penetuan skala prioritas kegiatan untuk
dilaksanakan yang disesuikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentingan.
C. Manfaat Perencanaan Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Manfaat perencanaan yaitu dapat membantu dalam menentukan tujuan,
meletakkan dasar-dasar, dan menetapkan langkah-langkah, menghilangkan
ketidakpastian, dapat dijadikan sebagai suatu pedoman atau dasar untuk melakukan
pengawasan, pengendalian dan bahkan juga penilaian agar nantinya kegiatan
berjalan dengan efektif dan efisien.
D. Karakteristik Perencanaan Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Suatu rencana yang baik selalu menuju sasaran dan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya, dilandaskan atas perhitungan dan selalu mengandung
kegiatan/tindakan/usaha. Sasaran perencanaan adalah target yang sangat berguna
bagi manajemen dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
E.
Perencanaan Sarana dan Prasaran yang Efektif
Perencanaan yang efektif di dalam penyusunannyaharus dilakukan melalui
suatu rangkaian petanyaan yang perlu dijawab dengan memuaskan:
(What) Kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan
dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan ?
(Where) Dimana kegiatan hendak dilaksanakan ?
Pertanyaan ini mencakup tata ruang yang
disusun, tempat yang akan digunakan, tempat perhimpunan alat-alat serta
perlengkapan lainnya.
(When) Bilamana kegiatan tersebut
hendak dilaksanakan ? Hal ini berarti harus tegambar sistem prioritas yang akan
digunakan, penjadwalan waktu target, fase-fase tertentu yang akan dicapai serta
hal-hal lain yang berhubungan dengan faktor waktu. Rencana kebutuhan dibuat
untuk jangka pendek, menengah dan panjang.
Perencanaa
jangka pendek, yaitu sebuah perencanaan yang dipersiapkan dengan tergesa-gesa dan mendadak
kerena pentingnya dan waktu yang tersedia sangan sempit padahal kebutuhan
sangat mendesak dan tiba-tiba. (biasanya waktu kurang dari 1 tahun).
Perencaan
jangka menengah, yaitu sebuah perencanaan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu
"pemasangan" (umumnya waktu kurang dari 5 tahun),
Perencanaan
jangka panjang, membutuhkan waktu agak lama dalam
pelaksanaaanya (biasanya kurang lebih 10 tahun).
(How) Bagaimana cara melasanakan kegiatan kearah
tercapainya tujuan ?
Yang dicakup oleh pertanyaan ini menyangkut
sistem kerja, standar yang harus dipenuhi, cara pembuatan dan penyampaian
laporan, cara menyimpan dan mengolah dokumen-dokumen yang timbul sebagai akibat
pelaksanaan.
(Who) Pertanyaan siapa (?) berarti diketemukannya
jawaban tentang personalia, tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung
jawab. Harus terjawab pula pertanyaan yang menyangkut hirarki antara
orang-orang serta syarat-syarat yang harus dipenuhi, baik oleh golongan
pimpinan dalam berbagai tingkat maupun bagi para pelaksana. Juga perlu
ditegaskan kebijaksanaan yang ditempuh dalam pengadaan tenaga, penempatannya,
pembiayayaannya, pengupahan, dan penggajiannya, pemberhentiannya, pemecatannya,
dan pemensiunannya.
(Why) secara filosofis, pertanyaan yang terpenting
dantara rangkaian pertanuaan ini ialahpertanyaan "mengapa" karena
pertanyaan ini ditujukan kepada kalimat pertanyaan yang mendahuluinya.
Dalam menyusun perencanaan hendaknya diperkirakan juga perencanaan biaya
dan pegawai yang ada disamping kekhususan tugas yang ada
F. Persyaratan yang Harus Diperhatikan dalam
Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
a. Perencanaan pengadaan barang harus dipandang
sebagai bagian integral dari usaha peningkatan kualitas proses belajar
mengajar.
b. Perencanaan harus jelas. Kejelasan suatu
rencana dapat dilihat pada :
1. Tujuan dan sasaran atau target yang harus
dicapai. Penyusunan perkiraan biaya/harga keperluan pengadaan.
2. Jenis dan bentuk tindakan/kegiatan yang akan
dilaksanakan.
3. Petugas pelaksanaan, misal: guru, karyawan.
4. Bahan dan peralatan yang digunakan.
5. Kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan.
6. Bahwa suatu perencanaan yang baik harus
realististis yaitu dapat dilaksanakan engan jelas, terprogram, sistematis,
sederhana, luwes, fleksibel dan dapat dilaksanakan.
c. Rencana harus sistematis dan terpadu
d. Rencana harus menunjukkan unsur-unsur insani
yang baik ataupun non insani sebagai komponen-komponen yang berhubungan satu
sama lainnya bekerja sama menujutercapainya tujuan, target, kesesuian yang
telah ditetapkan sebelumnya.
e. Memiliki struktur berdasarkan analisis.
f. Berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan
bersama pihak perencana.
g. Fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan
keadaan, perubahan situasi dan kondisi yang tidak disangka-sangka.
h. Dapat dilaksanakan dan berkelanjutan.
i.
Menunjukkan skala prioritas.
j.
Mengadakan sarana pendidikan yang disesuaikan dengan
plafon anggaran.
k. Mengacu dan berpedoman pada kebutuhan dan
tujuan yang logis.
l.
Dapat didasarkan pada jangka pendek (1 tahun), jangka
menengah (4-5 tahun), jangka panjang (10-15 tahun).
G. Prosedur Perencanaan Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Terdapat beberapa prosedur dalam perencanaan
sarana dan prasarana pendidikan. Untuk perencanaan sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :
(1) Menganalisa kebutuhan
(2) Menginventarisasikan sarana dan prasarana yang
ada
(3) Mengadakan seleksi
(4) Menyediakan dana
(5) Pemberian wewenang untuk melaksanakan tugas
penyediaan sarana dan prasarana
1. Menganalisis kebutuhan sekolah
Penyusunan rencana kebutuhan barang di sekolah
umumnya didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
(a) Adanya kebutuhan barang sesuai dengan
perkembangan sekolah
(b) Adanya barang-barang yang rusak, dihapuskan,
hilang, atau sebab yang lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga
memerlukan penggantian
(c) Adanya kebutuhan barang yang dirasakan pada
jatah perorangan jika terjadi mutasi guru atau pegawai sehingga turut
mempengaruhi kebutuhan barang
(d) Adanya tingkat kebutuhan barang untuk setiap
tahun anggaran mendatang
Jangka Waktu Perencanaan
Waktu yang tepat untuk melakukan perencanaan,
yaitu:
(a) Dakam situasi yang tidak mendadak
(b) Ada uang yang cukup
(c) Sisesuaikan dengan kebutuhan
2. Inventarisasi Barang
Setelah melakukan analisis kebutuhan dilakukan pengurusan penyelenggaraan,
pengaturan dan pencatatan barang-barang milik sekolah ke dalam suatu daftar
inventaris secara teratur dan menurut ketentuan yang berlaku.
3. Mengadakan seleksi
Dalam tahapan mengadakan seleksi, perencanaan
saran dan prasarana meliputi:
(a) Penyusunan Konsep Program
Prinsip dalam menyusun program:
1. Ada penanggung jawab untuk memimpin
palaksanaan program
2. Ada kegiatan kongkrit yang dilakukan
3. Ada sasaran atau target terukur yang ingin
dicapai
4. Ada waktu selesai yang pasti
5. Ada alokasi anggaran yang pasti untuk
melaksanakan program
Kelima prinsip diatas ini merupakan kesatuan
penyusunan program guna mencapai tujuan
(b) Pendataan
1. Jenis barang
2. Jumlah barang
3. Kondisi barang (kualitas)
4. Pendanaan
Pendanaan untuk pengadaan, pemeliharaa, penghapusan, dll dibebankan dari
APBN/APBD, dan bantuan dari BP3 atau komite sekolah. Adapun perencanaan
anggaran dilaksanakan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Fungsi
perencanaan pendaan untuk memutsuskan rincian menurut standar yang berlaku terhadap
jumlah dana yang ditetapkan sehingga dapat menghindari pemborosan.
5. Kewenangan
Sejalan dengan semangat otonomi dalam
perencanaan saran dan prasarana pendidikan dilakukan oleh penyelenggara
pendidikan beserta jajarannya.
H. Perencanaan Pengadaan Barang Bergerak dan
Barang Tidak Bergerak
1. Perencanaan pengadaan barang-barang bergerak
(a) Barang habis pakai
(1) Menyusun dan menata perkiraan biaya/hanya
keperluan, pengadaan barang, selama 1 bulan/semester/tahun
(2) Menyusun daftar perencanaan berdasarkan
analisis kebutuhan dari masing-masing satuan organisasi
(b) Barang tidak habis pakai
(1) Menyusun dan menata perkiraan biaya/hanya
keperluan, pengadaan barang-barang selama 1 bulan/semester/tahun
(2) Menyusundaftar perencanaan berdasarkan
analisis kebutuhan dari masing-masing satuan organisasi
2. Perencanaan pengadaan prasarana/barang-barang
tidak bergerak
(a) Tanah
(1) Menyusun rencana pengadaan tanah berdasarkan
analisis kebutuhan bangunan yang akan didirikan serta lokasi yang ditentukan
(2) Pemetaan sekolah
(3) Mengadakan survei tentang adanya fasilitas
sekolah seperti: jalan, listrik, air, telepon, transportasi, dan sebagainya
(4) Mengadakan survei harga tanah
(5) Menyusun rencana anggaran biaya bangunan
(b) Bangunan
(1) Menyusun rencana bangunan yang akan didirikan
berdasarkan analisis kebutuhan secara lengkap dan teliti
(2) Mengadakan survei terhadap tanah dimana
bangunan akan didirikan, hal luasnya, kondisi, situasi, status, perizinan dan
sebagainya
(3) Menyusun rencana konstruksi dan arsitektur
bangunan sesuai pesanan
(4) Menyusun rencana anggaran biaya sesuai dengan harga
standar
(5) Menyusun pertahapan rencana anggaran secara
teknik dan memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan berdasarakan
kebijakan pemerintah
Permasalahan yang sering dihadapi dalam
perencanaan barang :
(1) Tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan
dikarenakan adanya perubahan tingkat perkembangan ekonomi
(2) Terbatasnya jumlah barang yang diperlukan
(3) Penggunaan pengelola yang tidak efisien
(4) Terjadinya pemborosan
(5) Pembelian barang yang berlebihan
(6) Kurangnya ketersediaan dana yang diperlukan
(7) Kurang menerapkan program prioritas sesuai
dangan dana yang tersedia
(8) Penganggaran yang tidak rinci
I. Master Plan/Site Plan Fisik Sekolah
Master plan fisik sekolah berfungsi untuk mengendalikan perencanaan dan pembangunan
fisik komplek sekolah. Master plan sangat bermanfaat bagi pengadaan
bangunan bangunan sekolah yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Di
dalam master plan perlu disebutkan informasi mengenai jenis bangunan
yang sudah ada dan direncanakan pengembangannya. Di dalam master plan fisik
sekolah hendaknya mencantumkan informasi, antara lain:
(a) Pagar betis setapak
(b) Garis sepadan bangunan
(c) Pintu gerbang sekolah
(d) Papan nama sekolah
(e) Denah keseluruhan ruang
(f) Selasar penghubung antar ruang dan bangunan
(g) Jalan setapak, jalan dan parkir kendaraan di
dalam komplek
(h) Lapangan olahraga dan lapangan upacara
(i) Tiang bendera (untuk upacara)
(j) Pertamanan (termasuk kebun praktek)
(k) Sistem jaringan listrik
(l) Sistem jaringan air bersih
(m) Sistem pembuangan air kotor/limbah
(n) Sistem jaringan air hujan
(o) Terletak di daerah permukiman/perkampungan
(p) Adanya sumber daya manusia (siswa)
(q) Mudah dicapai ditinjau dari jarak dan kondisi
pencapaian maupun transportasi
(r) Adanya jalan masuk dan jalan ranya/sungai ke
lokasi
(s) Memiliki sumber air bersiih
(t) Terjangkau jaringan listrik
(u) Bebas dari gangguan bencana alam (banjir,
tanah longsor, dsb)
(v) Bebas daro gangguan keramaian
(w) Bebas dari gangguan bau
Bangunan sekolah bukan hanya apa yang berwujud
banguna (gedung) saja tetapi meliputi seluruh site (tapak) sekolah yang
berwujud tanah beserta segala banguna dan fasilitas yang ada diatasnya yang
digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran, maupun yang mendukung
kelancaran terlaksananya proses tersebut.
Tapak Sekolah
Luas tapak yang direncanakan hendaknya sesuia
dengan luas lahan minimal yang disyaratkan sesuai dengan tipe sekolah.
Bentuk Tapak
Diusahakan tidak menyulitkan dalam penataan
bangunan sekolah, maka disarankan berbentuk persegi empat panjang atau
mendekati. Di dalam master plan perlu disebutkan informasi mengenai
jenis bangunan yang sudah ada dan direncanakan pengembangannya. Di dalam
merencanakan Master Plan Fisik sekolah, yang harus diperhatikan antara lain:
(1) Pengelompoka/pendaerahan bengunan/ruang yang
sesuai dengan fngsi dan karakeristiknya
(2) Hubungan antar bangunan/ruang dan atar
kelompok/ruang
(3) Optimalisasi penggunaan lahan
(4) Faktor keamanan dan keselamatan
(5) Faktor pentahapan bangunan
Bangunan Infrastruktur
Infrastruktur adalah bangunan prasarana
lingkungan sekolah untuk melengkapi gedung sekolah agar lingkungan sekolah
tersebut aman, nyaman dan sehat.
(a) Jalan, gorong-gorong dan jembatan
(b) Jaringan listrik dan telepon
(c) Jaringan air bersih/plumbing
(d) Sumur gali
Ruang Belajar
Persyaratan umum ruang belajar antara lain:
(a) Penempatan/tata letak setiap jenis ruang
sesuai dengan fungsinya, contoh: ruang belajar, teori, daerah tenang
(b) Orientasi terhadap matahari
Bangunan ruang belajar dibuat arah memanjang
Timur-Barat, untuk mencegah matahari langsung masuk ke dalam ruang (pagi dan
sore)
(c) Pencahayaan
-
Pencahayaan alam
-
Ruang mendapatkan pencahayaan cukup sinar matahari tanpa
gangguan panas dan silau
-
Luas lubang jendela lebih kurang 20% dari luas lantai
-
Pencahayaan buatan
-
Jika penyinaran alam berkurang, ruang harus mendapat
pencahayaan yang cukup dari lampu yang tidak menyilaukan
(d) Penghawaan
Ruang mendapatkan udara cukup sehingga ruang
tidak panas dengan mengupayakan sirkulasi udara silang (croos ventilasi
silang). Luas lubang ventilasi 6% sampai dengan 10% dari luas lantai.
Mungkin banyak kepala sekolah yang tidak
mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bengunan sekolah.
Sedangkan sebagai administrator atau manajer, merekalah yang bertanggung jawab
akan sekolahnya, kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia
perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya.
Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-langkah sebagai
berikut:
(a) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan
jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya.
(b) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan
khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapan yang diusulkan.
(c) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang
dipergunakan sebagai model atau contoh.
(d) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan
sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa.
Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan
bangunan sekolah dan perlengkapan:
(1) Perluasan bangunan yang sudah ada
Pada bangunan sekolah yang sudah ada seringkali diperlukan tambahan
bangunan seperti ruang kelas baru dan perlengkapan. Dalam masa kerjanya kepala
sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti diatas, apabila
tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan semakin cepat dan
mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun kuantitas. Keadaan
pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan
untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasinya dengan tepat.
Sudah tentu guru-guru dan orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan
perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan bangunan atau ruang
kelas baru yang sudah ada atau merencanakan bengunan baru, dan saran-saran yang
mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangnkan. Segala bahan penting yang
diperlukan harus dikumpulkan supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat
dan masuk akal baik kepada pemerintah maupun pada masyarakat. Langkah-langkah
yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambhan bangunan itu agak
besar. Penambahan ruang kelas baru umumnya didasarkan pada alasan daya tampung
yang kurang, sedangkan lahan kosong siap dibangun.
(2) Rencana Rehabilitasi
Dengan melakukan survei terhadap bangunan dan
perlengkapan yang sudah ada dan mencatat secara terperinci perbaikan-perbaikan
yang diperlukan, kepala sekolah dan stafnya dapat mengusulkan
perbaikan-perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah.
Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup
mengecat dan melabur, mengganti bahan-bahan atau bagian-bagian yang sudah usang
atau lapuk, menyempurnakan akustik ruangan belajar, menambah tempat buang air,
memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan
lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. Rencana
rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungki. Rehabilitasi dilakukan agar siswa
dapat menjalankan proses belajar dengan baik dan mengurangi kemungkinan anak
putus sekolah.
(3) Meningkatkan Mutu Keindahan Ruang Belajar
Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar
dengan warna menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Walaupun tiap orang
mempunyai kesukaan dan pilihan warna masing-masing, namun ada beberapa prinsip yang
telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasiumpamanya
reaksi-reaksi psikologis terhadap warna-warna tertentu harus diperhatikan dalam
mengecat rueng belajar dan gang-gang.
Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih
karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada
murid. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah.
Warna perabot coklat muda dan tidak mengkilap.
(4) Memilih Perabot dan Perlengkapan
Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan
pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan, adalah ruangan kelas yang
harus disediakan sebagai dasar pengajaran. Administrator yang progeresif akan
mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar.
Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang
belajar, jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada
murid-murid. Seperti diketahui bahwa yang belajar adalah murid sebagai kesatuan
pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang.
(5) Memperhatikan Kondisi Sanitasi
Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada
murid dan seluruh anggota staf di sekolah, masalah sanitasi harus mendapat
perhatian pertama. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah
menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat.
Ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan
menimbulkan pengaruh yang merugikan kesehatan jasmani dan rohani. Disamping itu
proses belajar mengajar akan tehambat, yang berarti pula menghambat pula
kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Oleh karena itu hendaknya
kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan
belajar, ruang olahraga, laboratorium, ruang kesenian, ruang keterampilan, dan
bagian-bagian sekolah lainnya agar selalu beres, bersih dan teratur. Semuanya
harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang
optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan siswa, baik
secara fisik maupun kesehatan mentalnya.
Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini
dibicarakan secara terperinci. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan di
sekolah. Diantaranya menyediakan fasilitas fasilitas untuk mempraktekkan
kebiasaan hidup sehat, salah satu fasilitas penting adalah penyediaan air untuk
mencuci tangan dan kaki serta anggota badan lainnya. Hendaknya disediakan
sabun. Ruang belajar hendaklah selalu dipelihara dan dijaga kebersihannya
dengan lap atau handuk kecil.
(6) Perencanaan Tempat Penyimpanan Alat-Alat
Dari segi pendidikan soal penyimpanan
alat-alat kurang mendapat perhatian, baik dalam literatur tentang konstruksi
bangunan sekolah meupun dalam rencana struktur bangunannya. Alat-alat yang
langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang
memadai dan praktis sehingga pabila sewaktu-waktu diperlukan dapat segera disediakan
serta keamanannya cukup terpelihara.
Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan
sebelum bangunan didirikan sehingga faktor ekstrinsiknyapun mendapat perhatian
juga.
(7) Mengatur dan Memelihara Ruang Belajar
Sebagian besar waktu yang digunkan murid dan
guru selama disekolah dipergunakan diruang belajar. Dari pernyataan ini timbul
tuntutan agar kepala sekolah memberikan perhatian terhadap kondisi ruang
belajar. Guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan,
dan pemeliharaan ruang belajar, namun mereka memerlukan bantuan dan dukungan
dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan agar ruang belajar senantiasa siap dipergunakan
dan memperlancar proses belajar mengajar. Hal-hal lainnya yang sangat penting
untuk diperhatikan adalah ruang belajar harus mendapat cukup cahaya, karena
sebagian besar guru-guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi
murud jika sedang ada dalam ruang belajar.
Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi
secara teratur dan kontinyu terhadap kondisi cahaya diruang belajar ini, dan
segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan-kekurangan. Disamping
itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya, dan warna-warna yang
dipergunakan di ruang belajar adalah warna yang memberikan pengaruh psikologis
positif dalam proses belajar mengajar kepada guru-guru dan murid. Gunakanlah
warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja, serta berpengaruh
menenangkan dan memupuk perasaan estetika.
Pemerintah bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan nasional.
Oleh karena itu pemerintah hendaknya memperhatikan kondisi sekolah terutama
didaerah yang kondisinya rusak dan perlu diperbaiki dengan perencanaan yang
matang. Pemerintah mempunyai tanggung jawab dan peran dalam menyusun
perencanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) serta anggaran pendapatan
belanja negara (APBN), oleh karena itu anggaran pendidikan hendaknya
disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dengan memperhatikan aspek utama yaitu
pendidikan.
Sekolah merupakan suatu organisasi. Salam hal ini kepala sekolah hendaknya
serba bisa, karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai
bangunan sekolah,melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan
perlengkapan. Seperti telang disinggung bahwa tanggung jawab kepala sekolah dan
kaitannya dengan perencanaan sarana dan prasarana disekolah adalah bersama-sama
s=dengan staf penyusun daftar kebutuhan sekolah, kemudian mempersiapkan
perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya sesuai dengan kebutuhan.
Menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru-guru yang
bersangkutan, dan menginventarisasi alat/sarana tersebut pada akhir tahun
pelajaran.
Guru-guru dan para orang tua murid juga diikutsertakan dalam melakukan
perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan bangunan yang sudah
ada atau merencankan bangunan baru, dan saran-saran yang mereka kemukakan
ditampung dan dipertimbangkan. Apabila ada hal yang diperlukan untuk dapat
disampaikan sebagai rekomendasi yang tepat dan masuk akal dapat disampaikan
kepada pemerintah maupun kepada masyarakat.
Sebagai pelaksana tugas pendidikan, guru mempunyai andil dalam menajemen
saran dan prasarana pendidika. Dalam hal ini, guru lebih banyak berhubungan
dengan sara pengajaran yaitu alat peraga, alat pelajaran, dan media pengajaran
lainnya. Peranan guru tidak hanya dalam perencanaan pendidikan tetapi dimulai
dari perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan, serta pengawasan pengunaan sarana
dan prasarana. Keterlibatan guru dalam perencanaan karena semua barang yang
digunakan dalam proses belajar mengajar disesuikan dengan rancangan kegiatan
belajar mengajar.
BAB III
Kesimpulan:
Perencanaan sarana dan prasarana dilakukan
dengan berbagai prosedur atau tahapan. Rincian fungsi perencanaan
mempertimbangkan suatu faktor kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam menentukan
kebutuhan diperlukan beberapa data dasar, diantaranya adalah distribusi guna,
tepat guna, dan berdaya guna. Kemudian kebutuhan tersebut dikaji lebih lanjut
untuk disesuaikan dengan besarnya pembiayaan dari dana yang tersedia.
Persyaratan dalam perencanaan saran dan
prasarana pendidikan meliputi: perencanaan pengadaan barang harus dipandang
sebagai bagian integral dari usaha peningkatan kualitas proses belajar
mengajar. Perencanaan harus jelas, yaitu: sistematis dan terpadu, menunjukkan
unsur-unsur insani yang baik ataupun non insani sebagai komponen-komponen yang
berhubungan satu sama lain guna mencapai tujuan, memiliki strukturberdasarkan
analisis, berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan bersama pihak perencana,
fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan keadaaan, perubahan situasi dan kondisi
yang tidak disangka-sangka, dapat dilaksanakan dan berkelanjutan, menunjukkan
skala prioritas, mengadakan sarana pendidikan yang disesuaikan dengan plafon
anggaran, mengacu dan berpedoman pada kebutuhan dan tujuan yang logis, serta
dapat didasarkan pada jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Dalam melakukan perencanaan sarana dan
prasarana pendidikan, seorang kepala sekolah mempunyai peranan yang strategis.
Guru dapat memanfaatkan segala sarana yang ada disekolah seoptimal mungkin dan
bertanggung jwab penuh terhadap keselamatan pemakaian sarana dan prasarana
tersebut di kelas dimana dia mengajar.
Saran:
Sebagai seorang mahasiswa, hendaknya kita
memperbanyak didalam membaca literatur, khususnya dalam ranah pendidikan. Sebab
nantinya kita merupakan calon penerus bangsa dan sebagai calon pendidik. Maka
sepatutnya apabila kita memperdalam ilmu pengetahuan. Tidak hanya mengandalkan
penalaran didalam suatu permasalahan.
Selain itu perencanaan itu sangat penting
didalam kehidupan, khususnya dalam pendidikan. Segala hal harus direncanakan
sehingga diharapkan dapat membuahkan hasil yang lebih baik. Dan juga
perencanaan juga menjadikan dasar dan motivasi dalam mengerjakan suatu hal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar